seperti air mengalir, seperti angin berhembus..

Sebuah pemikiran

BUNGA UNTUK IBU

Tadi malam Ibu menelepon, mengingatkan aku bahwa besok ia berulang tahun. Tentu saja aku tak pernah lupa. Kalau ngomong soal Ibu, aku selalu teringat kisah Pau Casals i Defillo, alias Pablo Casals musikus Spanyol yang juga dikenal sebagai konduktor andal. Dalam buku Wisdom, ia menceritakan bagaimana dulu ayahnya melarang dirinya bermain musik karena sebagai seniman hidupnya pasti tak bakal terjamin. Maklum mereka keluarga miskin. Itulah sebabnya sang ayah menginginkannya menjadi pengusaha agar bisa kaya. Beruntung sang ibu membela. “Bocah ini adalah hadiah Tuhan, dan tugas kita sebagai orangtua menuruti keinginannya.” Di tengah keterbatasan hidupnya, sang ibu membanting tulang demi mewujudkan cita-cita sang anak. Beruntung aku juga memiliki ibu seperti itu. Bagiku ia lentera hidupku, benteng gading, pohon suka citaku, dan bejana yang patut dihormati. Pagi ini saat berangkat ke kantor aku mampir ke sebuah floris, memesan buket bunga untuk dikirim ke Yogya sebagai ucapan ultah Ibu. Di trotoar depan toko bunga itu pandanganku terantuk pada seorang gadis cilik yang sedang terisak menangis. Kutanya mengapa, ia menjawab lirih, “Saya ingin membeli seikat bunga mawar merah untuk Mama. Tapi uang saya tidak cukup.” “Oh begitu. Baik, mari masuk akan kubelikan bunga yang kau inginkan” jawabku sambil menggandengnya masuk toko. Setelah membelikan gadis itu seikat mawar merah, aku memesan bunga dan memberikan alamat rumah ibuku. Merasa iba, kutawarkan pada gadis cilik ini untuk mengantarnya pulang. “Baik Pak. Terima kasih mau mengantarkan saya.” Di luar dugaan, ia menunjukkan jalan menuju ke sebuah pemakaman. Sesampainya di sana ia meletakkan bunganya di atas gundukan tanah merah yang masih baru. Melihat pemandangan ini hatiku terharu sekaligus juga teriris. Di punggung gadis cilik yang sedang bersimpuh di depan pusara itu tampak sekelebat bayangan renta wajah ibuku, sendirian nun jauh di rumah sana. Selepas mengantarkan gadis tersebut, aku bergegas kembali ke toko bunga. Tanpa pikir panjang kubatalkan kiriman bunga. Sebagai gantinya kubeli sebuah buket bunga yang paling bagus. Sambil menelepon kantor minta cuti sehari, lantas tancap gas menuju bandara. Akan kuantar sendiri bunga untuk Ibu.

SUMBER : INTISARI

PS :

Pergunakanlah waktu yang kita miliki sebaik-baiknya untuk memberikan perhatian dan kasih sayang serta menunjukkan cinta kepada orang-orang yang kita sayangi, karena kita tak pernah tau, kapan dan di mana kehidupan kita akan terputus dengan orang2 yang kita sayangi..

Orang2 yg kita sayangi seringkali tak butuh limpahan hadiah ataupun kiriman materi, mereka seringkali lebih terkesan dengan kehadiran dan perhatian tulus dari kita.

So guys, jangan tunda untuk menunjukkan bahwa kita menyayangi mereka..

Iklan

Beberapa Alasan Penghentian Film Penghianatan G30S PKI

Entah sudah berapa tahun Film Penghianatan G30S PKI tidak ditayangkan kembali oleh TVRI. Pada zamannya, film G30S PKI pasti diputar di akhir bulan September. Dan untuk beberapa kesempatan, Saya melihat dan menontonnya di televisi hitam putih milik tetangga. Bahkan murid-murid sekolah sebelah rumah saya tempo doeloe, sempat dianjurkan untuk ikut menonton film Penghianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia itu. Ada juga yang menyebut dengan istilah Gestok atau Gerakan Satu Oktober 1965.

Film-film bernuansa heroisme kepahlawanan perjuangan dan kejuangan lain seperti Serangan Fajar, Janur Kuning, Naga Bonar, Kereta Api Terakhir, Pasukan Berani Mati, Tjut Nya’ Dhien, Soerrabaja 1945, Lebak Membara, Komando Samber Nyawa dan lain sebagainya, juga tidak pernah lagi ditayangkan di TV swasta yang ada di Indonesia, atau ditayangkan, tapi saya ketinggalan menontonnya. Pada momen-momen tertentu, televise swasta lebih sering menayangkan Film Komedi ala Wakop Dono Kasino Indro, atau TPI yang sampai saat ini masih sering sekali menayangkan Film Rhoma Irama.

Setelah melakukan searching secukupnya, ternyata saya juga belum menemukan alasan yang tepat dibalik penghentian penayangan film Penghianatan G30S PKI tersebut. Alasan-alasan yang berserakan tersebut saya kumpukan jadi beberapa alasan berikut ini:

1. Film Penghianatan G30S PKI sudah tidak relevan lagi dengan kondisi zaman sekarang. Banyaknya kritik yang masuk –baik dari politisi, sejarawan maupun budayawan— terkait dengan kepentingan politik Rezim Soeharto di balik Film tersebut.
2. Materi dan isi Film Penghianatan G30S PKI sarat dengan nuansa kekerasan. Pengulangan demi pengulangan kekerasan melalui film ini menyebabkan memori masyartakat tidak tersentuh oleh misteri dibalik tragedi G30SPKI, bahkan sampai sekarang
3. Film Penghianatan G30S PKI tidak cukup untuk membangkitkan nasionalisme dan sikap-sikap kejuangan rakyat, karena justeru dijadikan media dan propaganda untuk melestarikan kekuasaan (saat itu) dengan brand image Soeharto
4. Film Penghianatan G30S PKI, baik langsung maupun tidak langsung, justeru bisa dianggap membuka peluang tumbuh berkembangnya ideologi komunis dan bibit bibit komunisme di Indonesia.
5. Film Penghianatan G30S PKI berhenti ditayangkan seiring dengan pamor TVRI yang memudar dan menurun dengan beralihnya pemirsa TV ke chanel-chanel televisi lain yang secara audio visual lebih enak ditonton, meski hanya sekedar menonton sinetron.

Kadang rindu juga untuk melihat kembali film tersebut. Tapi, biarlah, keputusan untuk menghentikan penayangan Film G30SPKI mungkin sudah tepat. Film yang menggambarkan sejarah pertumpahan darah tersebut telah dan akan menjadi bagian dari sejarah itu sendiri.


LEADERSHIPS

Kualitas pertama dan yang paling penting dari sebuah tindakan adalah pelaksanaannya, baru kemudian ketepatan tindakannya, kemudian kemudahan melakukannya, kemudian ketepatan biayanya, dan kemudian yang terakhir adalah keindahan dari pelaksanaan dari tindakan itu.
Tetapi para ahli menunda tindakan itu ada di mana-mana.
Dan karena tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan, mereka jadinya -harus melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Itu sebabnya banyak orang yang terlambat mencapai yang telah lama dicapai oleh orang lain.
Sebetulnya, setiap orang di antara kita adalah pribadi yang super cepat bertindak-bila dia bertemu dengan sesuatu atau keadaan yang mewajibkannya untuk bertindak tanpa sempat memikirkan penundaan.

Peluang
Reaksi cepat seorang pemimpin yang bertindak saat sebuah peluang hadir, bisa saja datang dari penantian yang cukup melelahkan, atau dari kekhawatiran bahwa kesempatan yang sama mungkin tidak akan tersedia lagi, atau bila peluang ini tidak diambilnya, orang lain akan memanfaatkannya.
Bila kita tidak terlatih untuk berpikir cepat dalam menimbang resiko dan nilai dari keuntungan dalam bertindak cepat – pada awal terbukanya sebuah peluang; kita akan sering terperangkap dalam keharusan untuk segera meninggalkan sebuah pekerjaan, membayar biaya dari ketergesaan itu, sambil memusatkan perhatian kepada kemungkinan peluang berikutnya.

Masalah
Ada pemimpin usaha yang hanya akan bertindak – bila dia sudah mengetahui adanya sebuah masalah.
Pada detik dia mengetahui masalah itu – karena tidak sengaja, atau karena sebuah proses formal; dia segera meledak dengan tindakan-tindakan drastis yang sering juga sangat emosional.
Segala sesuatu ingin dilakukannya, semua harus selesai kemarin, dan dia menyalahkan semua orang – kecuali dirinya.
Namun, semua orang yang mengenalnya, juga mengenali bahwa semua kegentingan itu akan segera berlalu, karena sang pemimpin akan segera santai kembali – karena sudah membiasa dan mulai lupa dengan pengetahuannya mengenai masalah-masalah bisnisnya.
Bila dia ingat – dia panik. Bila dia lupa – dia santai.
Sampai suatu saat dia akan sangat ingat – yaitu saat pemilik perusahaan menggantikannya dengan seseorang yang memiliki peledak tindakan yang lebih sensitif.

Ancaman
Peledak yang satu ini adalah peningkatan kelas dari masalah.
Masalah-masalah kecil yang tidak terselesaikan, akan tumbuh menjadi kenyataan yang membahayakan dan itu lah yang kita sebut sebagai ancaman.
Sehingga, bila kita semua lebih berbakat untuk menunda penyelesaian masalah, sebetulnya kita semua ini sedang membesarkan ancaman-ancaman bagi diri kita dan tugas-tugas kepemimpinan kita.
Seorang pemimpin yang berkelas tidak membiarkan dirinya diancam oleh apa pun untuk memutuskan dan melakukan yang benar, apa lagi oleh ancaman yang datang dari kelemahannya dalam bertindak.

Rencana
Anda yang berencana baik dan besar – seharusnya mudah untuk membuat diri Anda mendahulukan yang harus didahulukan, melakukan dengan cara yang seharusnya, dan pada saat Anda harus melakukannya.
Bila Anda telah memiliki rencana, tetapi rencana itu tidak membuat Anda
terbebaskan dari kecenderungan untuk menunda dan mendahulukan yang menyenangkan saja – itu berarti bahwa Anda harus mengganti rencana Anda, atau mengganti sikap Anda.
Bila Anda tidak dapat menggantikan kedua hal itu, akan datang suatu saat di mana Anda lah yang akan digantikan – dengan pribadi yang mudah meledak karena rencana-rencananya. Ingat lah, walau pun organisasi yang Anda pimpin itu berukuran besar dan berjangkauan luas – sifat dari kepemimpinan Anda adalah tetap kepemimpinan pribadi.

Impian
Sebetulnya impian adalah juga sebuah rencana – hanya saja kita tidak mampu menjelaskan mengapa hati ini demikian terpukau-pikat kepada keindahan dari pembayangan keadaan di masa depan itu.
Bila impian Anda tidak menggerakkan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda dengan sungguh-sungguh – walau pun Anda tidak yakin pasti bahwa yang Anda lakukan akan menuntun Anda kepada impian Anda; makaAnda tidak sedang bermimpi.
Ingat lah, bahwa hanya dia yang kesibukannya disemangati oleh impiannya
yang bisa hidup dalam kesadaran kehidupan impian.

Tugas
Peledak tindakan kepemimpinan yang tertinggi adalah keikhlasan menerima tugas sebagai pemimpin untuk mendatangkan perbedaan yang berarti bagi organisasi yang kita pimpin, bagi pelanggan yang kita layani, dan bagi semua yang berkepentingan atas kebaikan yang kita hasilkan.
Bila Anda melihat ada sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk kebaikan organisasi dan bisnis Anda -jangan lah Anda menunggu sampai Anda menjadi pejabat; segera lakukanlah yang harus Anda lakukan.
Melakukan yang baik tanpa harus diperintahkan adalah tanda kualitas
kepemimpinan yang sebenarnya.


Gagal

pspp 019

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat
dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang gagal melakukan hal-hal yang besar
sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil

Orang-orang yang mengambil tantangan-tantangan besar dalam hidupnya
Selalu mempunyai kesempatan dua yang baik sekali
satu untuk betul-betul berhasil
atau kedua gagal dengan sangat terhormat

Janganlah kita menjadi pribadi yang gagal pada urusan-urusan yang kecil
lalu mengeluh bahwa hidup ini tidak fair.

Ambillah tantangan yang lebih besar
gigitlah lebih besar dari kemampuan mengunyah

Sehingga gagalpun kita tetap dihormati.